Pengaruh Variasi Kotoran Sapi (Padat Dan Cair) Dan Limbah Cair Tahu Terfermentasi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Dengan Teknik Hidroponik
ABSTRAK
Bahan
organik seperti limbah cair tahu dan kotoran sapi, mengandung unsur hara yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, sehingga bahan organik tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanaman pada media hidroponik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pemberian bahan organik kotoran sapi (padat dan
cair) dan limbah cair tahu terfermentasi terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini
menggunakan teknik Teknologi Hidroponik Sistem Terapung. Rancangan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 9 kelompok
perlakuan dan 10 kali ulangan, dengan faktor perbedaan nutrisi. Konsentrasi
yang digunakan adalah urine sapi 50 ml/ l air, POC feses sapi 6 ml/ l air, dan
limbah cair tahu 30 ml/ l air dan kombinasinya sehingga diperoleh kelompok
perlakuan K0 (kontrol negatif), K1 (urine sapi+air), K2 (limbah cair tahu+air),
K3 (POC feses sapi+air), K4 (urine sapi+POC feses sapi+air), K5 (urine
sapi+limbah cair tahu+air), K6 (limbah cair tahu+POC feses sapi+air), K7 (urine
sapi+POC feses sapi+limbah cair tahu+air), K8 (kontrol positif). Data yang
diperoleh dari penelitian
dianalisis dengan analisis
variansi (one way anova) dan dilanjutkan
dengan uji Duncan pada taraf
signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh komposisi
bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Warna daun pada perlakuan K6
dan K4 menunjukkan warna paling hijau dibandingkan perlakuan lainnya. Secara
umum nilai rata-rata jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, dan berat basah
tanaman paling tinggi adalah pada perlakuan K8, dan paling
rendah pada perlakuan K0 dan K7. Pemberian limbah cair tahu dan kotoran sapi
pada tanaman sawi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi, namun
masih kurang optimal jika dibandingkan dengan perlakuan K8. Di antara semua
perlakuan, perlakuan dengan kombinasi limbah cair tahu dan POC feses sapi
menunjukkan hasil yang mendekati perlakuan K8 pada semua parameter tanaman yang
diamati.
Kata
kunci: hidroponik, limbah cair tahu, kotoran sapi
![]() |
K0: kontrol, K3: feses sapi+air, K6: limbah tahu+feses sapi+air,
K7: urine sapi+limbah tahu +feses sapi+air, K8: kontrol positif
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih